Nge-blog: Kebencian dan Keterpesonaan

Ini tulisan pertama gue di blog. Alias kesempatan gue yang pertama kali menorehkan kata-kata di blog. Jadi bisa dibilang inilah momen bersejarah karena mulai saat ini gue sudah ikutan nge-blog. Kenapa disebut bersejarah and what’s so special about it ? Karena inilah salah satu momen pembuktian bahwa manusia memang berubah.

Manusia hidup, tumbuh, dan kemudian berkembang menjadi dewasa, lalu tua dan mati. Dari mulai hidup sampai mati manusia mengalami berbagai macam perubahan. Dari mulai bentuk fisik, sikap, ucapan, perilaku, sampai kepada isi relung hati dan ruang pikiran. Keluarga, lingkungan, pendidikan, cobaan hidup, semuanya berperan serta aktif membawa perubahan tersebut. Tanpa perubahan, terlebih pada cara berpikir, terlebih lagi pada proses menuju kedewasaan, manusia berkecenderungan untuk menjalani hidupnya secara statis dan lembam.

Dalam fase kedewasaan, manusia pada umumnya telah mempunyai standar nilai yang jelas akan kehidupannya. Ia telah tahu bagaimana menyikapi berbagai hal dengan keyakinan nilai yang ia tanamkan di dalam relung hati dan ruang pikirannya. Ada standar nilai yang cenderung tetap, kecil kemungkinan untuk berubah, dan biasanya berkaitan dengan hal-hal spiritual dan ideologis. Ada standar nilai yang sifatnya fleksibel, dinamis, dan tetap membuka ruang untuk terjadinya perubahan. Umumnya ini berkaitan dengan pola hubungan antar manusia. Tentu saja karena kefleksibelan tersebut, ketidakberubahan pun bisa saja terjadi.

Nge-blog, adalah salah satu modus pola hubungan antar manusia yang muncul dan semakin diakrabi dalam era teknologi informasi modern. Kegiatan nge-blog, berbeda dengan kegiatan ng-email (yang sebetulnya secara prinsip tidak berbeda dengan aktivitas surat-menyurat), lebih didominasi oleh cerita sepihak. Biasanya berisi uraian kegiatan yang si penulis lakukan, atau isi pikiran dan pendapat dari si penulis.

Tentu saja pada umumnya segala sesuatu yang dituliskan dalam aktivitas nge-blog adalah hal-hal yang “positif”, untuk memperhalus istilah “dapat dibanggakan” atau “layak dipamerkan”. Sebuah hal yang aneh apabila ada seseorang yang dengan sadar dan sehat, secara jujur menuliskan hal-hal memalukan dan menjadi aib dalam kehidupannya sehari-hari dalam aktivitas nge-blog. Kalau hal ini umum terjadi tentunya kita berharap semua pejabat negara, kroni-kroni dan keluarga penguasa, pembunuh, pemerkosa, perampok, dan para kriminal yang lain, diharuskan untuk nge-blog. Kepolisian dan jaksa tinggal bekerja di depan komputer dan bolak-balik menggunakan blog search engine untuk dapat menangkap mereka semua.

Pada intinya, nge-blog adalah sebuah perilaku narcistic. Tingkat keparahannya berbeda untuk tiap-tiap orang. Indikatornya mudah. Semakin muak dan benci kita membaca tulisannya, semakin parah dia.

Hal itu adalah gambaran persepsi kebencian gue terhadap aktivitas nge-blog jaman dulu. Tidak terlalu dulu memang. Paling tidak itu masih menghuni ruang pikiran gue sampai pertengahan tahun 2007 yang lalu. Lantas seperti halnya paragraf-paragraf pembukaan yang gue tulis di atas, sebagai manusia lambat laun gue berubah.

Pertama kali gue menyadari bahwa ada orang di dekat gue yang ikutan nge-blog adalah saat bung Eko Prasetyo sempat bercerita banyak tentang aktivitas yang ia lakukan. Aneh dan agak tidak masuk akal bagaimana sosoknya yang sederhana dan jauh dari impresi narcistic bisa terlibat sedemikian jauh dalam aktivitas nge-blog. Dari bung Eko akhirnya gue mulai tahu bahwa ia justru sering berbagi informasi yang berguna bagi banyak orang dan juga mendapatkan informasi dari orang lain lewat nge-blog. Semakin sering kita berdiskusi dan membicarakan kegiatan nge-blog, semakin terbuka sedikit demi sedikit ruang pikiran gue untuk berjalan menuju kutub polarisasi nilai yang berlawanan arah. Penyangkalan yang didasarkan pada harga diri semata masih sering gue lakukan meskipun akhirnya harus gue akui bahwa sikap pikir gue sudah berubah.

Fakta lain yang tidak kalah mengherankan adalah saat gue menemukan blog milik bung Jabro. Gue tahu betul, kalau bung Jabro sampai ikutan nge-blog juga, alasannya pasti lebih dekat ke yang positif (tanpa tanda petik) ketimbang sebaliknya. Setelah itu gue berkesempatan untuk melihat-lihat blog milik Dian Sastro dan Wulan Guritno. Mereka mengatakan bahwa mereka belum lama memulai aktivitas nge-blog.

Ada nuansa lain saat membaca sebagian tulisan mereka. Kadang impresi kesederhanaan menyeruak di gerimis hujan narcistic yang memang mustahil untuk dihilangkan. Sesuatu yang membuat mereka terkesan sangat manusiawi. Narcistic dalam nuansa kesederhanaan, atau kesederhanaan dalam semangat narcistic, atau apapun namanya. Sebuah kolaborasi nilai yang mempesona pikiran gue.

So, akhirnya gue ikutan nge-blog juga. Dan inilah tulisan pertama gue. Tulisan yang gue harap hanya sebuah awal dari sekian banyak pemikiran atau sekedar cerita ringan yang mudah-mudahan tidak terlalu sulit untuk gue tuliskan. Tentu saja gue masih berniat untuk selalu berpegang teguh pada apa yang membuat gue tergerak untuk mengikuti jejak langkah 4 orang “pendahulu” dalam aktivitas nge-blog. Semangat narcistic dalam nafas kesederhanaan. Apabila di kemudian hari nuansa blog gue jauh menyimpang dari niat tersebut, mungkin ruang pikiran gue sedang berproses menuju sebuah standar nilai yang lain. Well, manusia memang berubah, bukan ?

Incoming search terms for the article:


6 Comments Add Yours ↓

  1. 1

    Ehm… Selamat menempuh hidup baru.
    Semoga bisa saya ulangi dengan segera ucapan di atas untukmu dalam dunia nyata… :)
    Satu lagi nak jangan salurkan berbagai kenakalanmu di blog ini, OK! :-P

  2. 2

    waduh kalah cepet diriku ama si abu.

    eniwe, congrat lah..stlh memprovokasi dirimu dan meracunimu dengan segala racun di dunia ini akhirnya kau kena juga…hehe

  3. 3

    hai hai welkom tu dunia narsis :)

  4. 4

    :) mas EKO !!!

    komporter sejati :)
    selamat mendapat korban baru :)

  5. 5

    selamat datang di dunia maya…
    jangan lupa mampir ke http://bapakranger.multiply.com/

  6. 6

    hehe, makasi2x. Smoga blognya bisa tetep konsisten dipelihara. Thx jg uda sempet visit ^_^


1 Trackbacks/Pingbacks

  1. Tips How to get ideas for blog | Tigis 24 12 08

Your Comment