De-jonk, Arti dan Makna

Gue tidak mampu mengingat secara persis, kapan istilah De-jonk pertama kali muncul dan siapa yang memunculkannya untuk pertama kali. Yang pasti, gue mendengarnya pertama kali ya saat kerja di Batam, lebih tepatnya saat bekerja di sebuah pabrik elektronik. Entah itu untuk yang pertama kali buat gue dan sekaligus pertama kalinya buat semua orang, atau sebetulnya orang lain telah menjalani masa pertama kali mendengarnya pada beberapa masa yang lampau.

Apa arti dan hakikat dari terminologi De-jonk ? Pada dasarnya, saat pertama kali menciptakan istilah tersebut, tentunya oleh orang yang pertama kali menciptakannya, De-jonk adalah sebuah format yang lebih keren dari kata The Jong yang merupakan bentuk pendek yang diplesetkan secara tidak menentu dan tidak beraturan dari kata The Jongos. Mendengar kata Jongos, hal pertama kali yang melintas di benak orang yang mendengarnya tentu adalah sebuah jenis pekerjaan tingkat rendah yang melulu sebagai orang suruhan dan tidak punya kekuatan sosial, ekonomi, apalagi politik untuk berbuat lebih. Bahasa lain yang kurang lebih memiliki arti similar dengannya adalah Babu. Babu dan Jongos adalah sebelas duabelas, kalau memakai istilah gaul jaman sekarang.

Jongos, dengan arti dasar yang umum tersebut, akhirnya menjadi sebuah cermin dan perlambang golongan sosial, ekonomi, dan politik kalangan masyarakat kelas rendah. Jauh dari kalangan ekonomi tingkat atas dan tentunya sangat jauh dari lingkaran elite kekuasaan. Apa yang dapat dibanggakan dari Jongos ? Tidak ada. Akan tetapi, dengan berbagai kelemahannya, kaum Jongos memiliki sebuah dan mungkin satu-satunya kekuatan yang tersisa dari semua karakteristiknya itu. Kekuatan jumlah.

Jongos yang berkumpul, lalu menyatukan pikiran, dan kemudian bersama-sama menyatakan pikirannya tersebut dalam sebuah aksi nyata, dapat menjungkirbalikkan siapapun yang secara individu, memiliki semua superioritas daripada kaum Jongos. Itu mengapa menjadi sebuah hal yang wajar atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai sebuah keniscayaan bahwa banyak sekali persatuan, paguyuban, organisasi, atau kumpulan pada umumnya, yang mencoba untuk mewadahi para Jongos. Apa lagi maksudnya selain untuk membuat kekuatan tandingan yang diharapkan mempunyai daya tawar terhadap kepentingan kalangan atas.

Anyway, kembali ke Jongos dalam arti khusus, akhirnya setelah mempertimbangkan aspek estetika dan tentunya trend dalam berbahasa, dengan seluruh gambaran singkat tentang Jongos yang telah diuraikan di atas, muncullah istilah De-jonk. Keren bukan. Salah satu ungkapan yang pernah gue baca mengatakan, pas-pas-an boleh tapi tetap harus gaya.  

Mengapa De-jonk menjadi istilah yang cukup memasyarakat di tempat gue bekerja, tentunya karena sebagian besar pekerja di perusahaan gue memang bisa diklasifikasikan sebagai kaum De-jonk. Yang pasti kami menempati tempat relatif bawah dalam struktur piramida organisasi perusahaan, tiap hari relatif disuruh-suruh, dan tentu saja kehidupan kami tidak terlalu jauh dari yang namanya angkot, mengontrak rumah/indekost, KPR rumah tipe 50 ke bawah, packed food, cari nafkah di jam tidur, dan lain-lain yang sejenis dengannya.

So, dengan adanya introduksi ini, mulai sekarang gue akan selalu menggunakan istilah kaum De-jonk untuk menggambarkan keberadaan kami, para buruh pabrik. Sekaligus tentunya agar menjadi banyak para pembaca yang menyayangi kaum De-jonk. Menyayangi dan mengasihi kaum De-jonk niscaya telah menyayangi dan mengasihi sebagian besar rakyat Indonesia.

Dari salah satu kaum De-jonk.

Incoming search terms for the article:


7 Comments Add Yours ↓

  1. 1

    xixixixi ah masih ndak mudeng aku
    ah kaum de-jonk

  2. 2

    Wah ini adalah percobaan makar dalam mempopulerkan istilah De-JOnk. Juga bisa jadi merupakn luapan hati dari percobaan PHK yang gagal he..he..he 100x

  3. 3

    komentarnya ngutip lirik NYANYIKAN LAGU PERANG-nya Koil aja deh…

    sampai kapan kau akan menungguku
    sampai beruban dan waktu terus berlalu
    hei hei tidakkah kau bosan menyanyikan keluhan
    hei hei mengharap belas kasih atas mental pengangguran

    pasti ada cara untuk mencari uang
    pasti ada cara untuk bersenangsenang
    badai pasti datang kita tak akan menang
    mengapa harus bimbang
    kita orang pintar dengan otak bersinar
    hanya perlu semangat untuk hidupi rakyat
    kita orang pintar dengan otak bersinar
    perlu lagu perang untuk membungkam setan
    nyanyikan lagu perang

    kamu berdendang lagu putus cinta mencari harapan kembali dengannya
    kamu kumandangkan syair keluguan mengharap keadilan di muka dunia

    keluguan menjerumuskan melukai teman tanpa kesadaran
    dan keluguan menjerumuskan melukai teman
    ikatkan diri pada kesengsaraan

    sampai kapan kau akan terus menunggu
    mendengarkan buaian lagulagu merindu
    dari seorang biduan yang punya banyak pasangan
    dari seorang pahlawan yang menambah garis kemiskinan
    dari seorang sastrawan yang menulis sejarah kebohongan
    dari seorang bersinar hitam yang mengaku dirinya Tuhan

    kita bukan penguasa kita rakyat jelata bekerja dan berdoa
    kita bangsa yang besar berdirilah yang tegar berdirilah yang tegar

  4. Tigis #
    4

    geblek : ga usah dimudeng-mudengi, yg penting nde-jonk…..^_^

    abu : tenang, msh ada kesempatan….^_^

    bapakranger : belon sempet denger tuh lagunya bgimana….

  5. inos #
    5

    biar de jonk asal keren, kayak bapak tigis

  6. Toto #
    6

    dejonk tu ma ga beda2 amat ama tigis, gak jauh gak dekat jg siy, sama tapi beda, beda tapi sama, ya begitulah…sama sama de jonk, sama dgn yg laen jg, di bilang jongos, qw jg kagak ngarti amat ma jongos, dekat-dekat jongos… jongos apaan siy??… beingung…, kan?! qw jg beingung….

  7. 7

    hehe…. bingung mana sama nge-UP-in tester men :)



Your Comment