Halo-halo Bandeng…!

Sejak kecil kita mengenal lagu perjuangan “Halo-halo Bandung”. Kali ini gue ingin mengajak pembaca untuk menyanyikan lagu “Halo-halo Bandeng”. Karena gue akan bercerita sedikit tentang makanan ikan bandeng di kota Batam. 

Selama tinggal di Batam, gue agak jarang bisa menemukan ikan bandeng dibanding jenis ikan yang lain. Tentunya yang gue maksud adalah ikan bandeng yang siap saji, alias yang bisa dibeli dalam bentuk matang. Maklum, bujangan yang tidak bisa masak.

Meskipun relatif jarang, ada beberapa tempat yang mungkin bisa anda kunjungi apabila anda sedang ingin bersantap dengan lauk ikan bandeng. Sekali lagi, ikan bandeng dalam bentuk matang, bukan mentah. Alias ikan bandeng yang telah mengarungi lautan api saat dimasak. Dengan kata lain, Bandeng Lautan Api.

1. Banpres

Mendengar kata Banpres, mungkin pikiran anda langsung melayang ke almarhum mantan presiden Suharto. Memang, Banpres jaman orde baru adalah singkatan dari bantuan presiden. Tetapi kali ini yang kita bicarakan adalah Banpres yang berupa singkatan dari Bandeng Presto. Seperti kita tahu, Bandeng Presto adalah ikan bandeng duri lunak sehingga kita tidak perlu repot-repot mencabuti duri-durinya saat disantap.

Sebuah resto yang menyajikan Banpres sebagai menu utama bisa dijumpai di salah satu ruko di Panbil Mukakuning. Letaknya persis di sebelah mushalla. Harganya relatif murah. Satu porsi nasi Banpres hanya berharga Rp 10 ribu. Terdiri dari nasi, lalapan, sambal, dan ikan bandeng presto ukuran setengah. Anda bisa memilih mau bagian kepala atau ekor. Apabila istri dan anak-anak anda ingin menu yang lain, di sana juga tersedia pilihan menu yang bisa anda coba.

                                                      banpres.jpg

 

2. Batandur

Pertama mendengar kata Batandur, gue sempat bingung dengan artinya. Kemudian baru gue tahu kalau itu adalah singkatan dari Bandeng Tanpa Duri. Apa ada bandeng yang bisa hidup tanpa duri? Bukan, bukan itu maksudnya. Yang dimaksud adalah duri-duri pada ikan bandeng dicabut terlebih dahulu sebelum dimasak. Berbeda dengan Banpres, Batandur benar-benar tanpa duri saat kita melahapnya. Kalau begitu mungkin harusnya diberi nama Babutri, kependekan dari Bandeng Cabut Duri. Tentunya bukan Babu Tidur Ditiduri. Just kidding.

Anyway, Batandur atau Babutri ini bisa ditemukan paling tidak di dua tempat. Yang pertama di selasar panjang khusus makanan di Nagoya Hill mall. Harganya relatif agak mahal. Satu porsi Batandur/Babutri yang berisi setengah ikan bandeng, lalapan, sambal, ditambah satu piring nasi putih dan segelas teh manis hangat berharga Rp 20 ribu lebih sedikit. Yang kedua bisa anda temukan di salah satu ruko di Panbil Mukakuning, persis berseberangan dengan area parkir sepeda motor dekat lapangan basket. Dengan porsi yang persis sama harganya sekitar Rp 18 ribu. 

                                                        batandur.jpg

Kedua resto ini juga mempunyai beragam variasi menu lain disamping menu utama Batandur atau Babutri tadi. 

 

3. Badengdur

Istilah ini ciptaan gue sendiri, buat membedakan dengan dua versi bandeng sebelumnya. Badengdur adalah kependekan dari Bandeng Dengan Duri. Seperti namanya, Badengdur ini disuguhkan apa adanya, tanpa adanya proses penghalusan atau pencabutan duri. Menyantap Badengdur tidak kalah mengasyikkan dibanding Banpres ataupun Batandur. Asal kita sabar dan tetap tabah mencabuti duri saat menyantapnya. 

Gue jarang menemukan Badengdur yang dijadikan menu utama sebuah resto. Biasanya hanya merupakan salah satu dari sekian banyak menu yang disediakan. Sekitar setahun yang lalu saat gue masih nge-kost di daerah Baloi Indah (belakang bioskop 21 lama), gue sempat menemukan satu-dua warung tenda sea food yang juga menyediakan Badengdur di list menu mereka. Lokasinya di seputar area supermarket Gelael Nagoya. Harganya relatif murah dibanding Batandur/Babutri. Satu porsi Badengdur yang berisi nasi, lalapan, sambal, es teh manis, dan satu potong ikan bandeng (bukan setengah) berharga sekitar Rp 20 – 22 ribu. Sayangnya, mungkin karena bukan menu utama, ketersediaan ikan bandeng di warung-warung tenda ini tidak bisa dipastikan. Kadang stok ikan bandeng kosong di tempat ini.

Tempat lain yang gue temukan adalah resto Fatmawati di selasar khusus makanan Nagoya Hill mall. Satu ikan bandeng utuh dengan ukuran relatif besar, nasi, sambal, dan es teh manis, harganya sekitar Rp 26 ribu. Klasifikasi ikan bandeng di sini mungkin bisa ditempatkan di antara Banpres dan Badengdur. Durinya masih belum terlalu lunak untuk dikatakan sebagai Banpres tetapi cukup sedikit untuk ukuran Badengdur. Dari sekitar empat sampai lima kali gue berkunjung ke sini, baru sekali mereka mengatakan stok ikan bandengnya lagi kosong.

                                                 bandengdur.jpg

Selain yang telah disebutkan di atas, barangkali ada tempat-tempat lain yang juga menyediakan menu ikan bandeng. Apabila anda mengetahuinya, jangan ragu untuk menuliskannya di bagian comment di bawah tulisan ini.

Bagaimana, anda ingin makan ikan bandeng hari ini ? 

Incoming search terms for the article:


5 Comments Add Yours ↓

  1. 1

    wah boleh lah si babe neh…banyak jajan yach..padahal dah ngga tanggal muda lagi..opsss…ngga ngaruh yach :) )

  2. 2

    Keren abisssss !!!! ada lagunya situs ini..lagunya bagus lagi…”you were there”..boleh lah :) )

    pass banget ,dengerinnya pas jam 11.30..lagu penghantar tidur..

    SALUTE…..

  3. 3

    Thx men ^_^. Lagunya diputer pas masuk malem buat penghantar tidur kali ya…..hehe..

  4. indri #
    4

    sekarang ini bandeng memang lebih mudah di makan karena sudah bersih durinya karena sudah dicabutin. Saya menjual aneka masakan bandeng tanpa duri, siapa mau mencoba boleh tlp ke 081809667901, pasti ketagihan

    halo Indri, pakabar. Wah enak nih kyknya bandeng tanpa durinya. Buat temen2x yg laen ini ada tawaran menarik dr Indri. Silakan cobain order ya :)

  5. MoMo #
    5

    I love 80′s songs. How to download or browsing your blog?

    bro MoMo, you can just browse each category you feel appropriate. Thx :)



Your Comment