We Love Jadul

Jadul, alias jaman dulu. Sebuah terminologi yang cukup akrab di telinga kita. Gue tidak tahu pasti mengapa istilah ini semakin lama menjadi semakin populer di era 2000-an. Millenium kedua mungkin membuat orang menganggap berbagai hal yang terjadi atau dialami di millenium sebelumnya sebagai sesuatu yang terkesan “usang” atau “tua”. Sehingga perlu diciptakan sebuah terminologi khusus yang membedakannya dengan berbagai hal di millenium baru.

Sebagai sesuatu yang telah lama terjadi atau dialami, Jadul adalah sebuah momentum nostalgia. Banyak suka duka yang dialami selama masa Jadul. Indahnya persahabatan, manisnya percintaan, getirnya penolakan, lucunya masa sekolah, kerasnya masa mahasiswa, pahitnya musibah, semuanya akan selalu menghuni ruang pikiran dan sudut ingatan.

                                                gue-sd.jpg

Apapun peristiwanya atau bagaimanapun pahit rasanya, segala sesuatu tentang Jadul menjadi hal yang selalu menyentuh ruang rasa yang khusus. Seringkali perasaan sentimentil atau melankolis menyeruak di relung hati saat sudut ingatan terbang jauh ke belakang mencoba menelusuri setiap sisi rasa yang telah lama dialami.

Suasana kehidupan Jadul yang tidak semuanya semudah saat ini, juga menambah eloknya memori tersebut. Cara dan kebiasaan pergaulan yang berbeda ditingkahi dengan karakteristik budaya yang mencerminkan identitas khas era Jadul, semakin membuatnya menjadi sesuatu yang seringkali ingin kita ulangi. Atau paling tidak kita rasakan kembali nuansa dan atmosfirnya. 

Generasi matang jaman sekarang tampaknya juga tidak ingin ketinggalan. Berbagai trend masa Jadul yang saat itu terhitung populer, coba kembali dihadirkan dengan nuansa modern saat ini. Dari masalah mobil, motor, lagu, fashion, film, sampai interior rumah. Jenuhnya para pelaku industri kreatif dalam mengolah hal-hal instan khas jaman sekarang tak jarang membuat mereka mencoba melirik Jadul sebagai sumber inspirasi. Hasilnya bisa dilihat, sebagai contoh apabila kita sempat mendengar nuansa khas 80-an yang dibawakan oleh kelompok musik generasi baru. Ataupun bentuk desain interior unik Jadul di berbagai majalah rumah. Belum lagi pada berbagai ajang bertemakan reuni, seperti pameran mobil klasik Morris Mini era 60-70-an di suatu tempat, ataupun reunion tour sejumlah musisi Jadul era 80-90-an di berbagai negara.

rumah-retro.jpgjakarta-morris-club.JPGgenesis.jpg

Anda tentunya juga memiliki banyak kenangan manis di era Jadul. Suka ataupun duka. Sedih ataupun bahagia. Menangis ataupun tertawa. Semuanya bisa anda hadirkan kembali dengan nuansa yang sedikit berbeda tentunya. Terlebih dalam millenium ini tampaknya ada sebuah paradoks, Jadul dianggap sebagai sebuah masa lalu yang “usang” tetapi di saat yang bersamaan nafas Jadul justru acapkali dihadirkan dalam membentuk sebuah trend masa kini. Jadul dalam kekinian. Sebuah ekspresi kreatif yang cukup menantang untuk dihadirkan. Paling tidak bisa membuat sudut ingatan terbang kembali ke masa lalu. Well, Jadul memang romantis bukan.

Pictures :

The Police concert taken from this site

Genesis taken from this site

Morris Mini taken from this site

Interior Design taken from Serial Rumah Magazine

Incoming search terms for the article:


6 Comments Add Yours ↓

  1. Inos #
    1

    inget jadul inget majalah Hai tahun 80an
    terkesan ulasan tentang konser2 musisi dunia, resensi filem, mulai filem barat sampai filem seri silat 20an seri masih dalam format VHS he he he

  2. 2

    yo’i men. Juga majalah bobo yg ada juwita dan si sirik :)

  3. 3

    Hmmm…Mili Vanilli, walaupun terkena kasus tapi asik tuh lagu2nya:) Black or White, jangan lupa burung camar, ada juga: bis sekolah yang kutunggu..kutunggu…tiada yang datang…, hehehee
    trus…pak raden, saint seiya, Rambo:)

    jadul dan memory sepertinya saudara kembar :)

    milli vanili emang keren meeeennn… :)

  4. Taufik #
    4

    saya iget kala itu saya suka ikut nanton sama ayah saya acara aneka ria safari koq saya kangen sama lagu dangdut tahu 80an ya

    hehe dangdut awal 90-an jg asik buat nostalgia. Era nya jefry bule :)

  5. 5

    halo, salam kenal juga!
    bingung mau kasih comment apa di post yang terakhir, jadi comment di post yang ini aja, karena i love jadul stuffs too!! :p

    tentang film may, udah baca resensinya di blog saya kan? itu filmnya tentang itu, tapi ga horor psikologis kok. emang yang film anda tonton, produksi indonesia? jadi kepengen nonton.

    about jadul, saya juga tertarik sama sesuatu yang jadul, meski tidak mendalami. hehehe. kalau anda suka nonton film indonesia yang lama, bisa dateng ke kineforum. kadang-kadang suka muter film jadul gitu, tapi cek dulu jadwalnya di http://www.kineforum.wordpress.com
    ga cuma film jadul, tapi film-film alternatif lainnya juga diputer disana.

    ngomong-ngomong, tau blog saya darimana ya? salam kenaaaal :p

    hehe gue baru tau kalo itu pilem indonesia. Kirain barat :) wah satu selera donk kita, jadul is always the best hehe. Dapet dr googling tuh wkt itu :)

  6. 6

    hmmmmm



Your Comment