Missing You
Hari pertama ku bertemu denganmu bukanlah sebuah hari yang istimewa.
Kita kerap bercakap layaknya manusia yang diburu oleh tugas sehari-hari.
Kau bersikap apa adanya. Tak ada sesuatupun yang luar biasa.
Tapi entah mengapa pikiranku selalu berkata.
Aku menyukai kehadiranmu saat itu.
Meski mulutku pasti kan bicara, “I ain’t gonna miss you !”
Hari berikutnya aku mulai dihinggapi kegelisahan.
Saat tahu kau tidak berada di tempat kita bertemu.
Seiring tuntasnya perjalanan hari semakin aku tahu pasti.
Aku merindukan kehadiranmu.
Pertemuan singkat di ujung hari tak mampu menghapus rasa itu.
Meski kuyakin mulutku pasti kan tetap berucap, “I ain’t missing you !”
Hari-hari berikutnya menjadi saat yang menjadi tanda tanya buatku.
Ada apa dengan diriku. Pikiranku. Hatiku.
Bukan diriku yang kukenal apabila takluk dengan hal-hal semacam ini.
Aku kuat. Aku acuh tak acuh. Aku manusia super. Hatiku sekeras batu pualam.
Aku tetap berusaha ja’im di depan teman-temanku. Apapun yang mereka katakan.
Semakin lama kita semakin jarang bertemu.
Meskipun harus kuakui terkadang aku yang menghindar darimu.
Rasanya aku masih tetap kuat untuk dapat mengatakan dengan lantang, “I ain’t missing you !”
Sejak pertama bertemu kau sudah mengatakan tidak akan berada lama di tempat ini.
Aku pun sudah sangat memahaminya.
Tapi entah mengapa.
Bayangan kepergianmu semakin menguasai isi relung hati dan ruang pikiranku.
Terlebih berbagai gambaran otakku sendiri tentang rencana masa depanmu.
Tanpa kehadiranku.
Tersadar kusibak semua lamunanku. Pkiran sehat langsung menerpa seluruh sadarku.
Rasanya aku masih bisa berkata dengan mantap, “I ain’t missing you !”
Saat ini aku berada di tempat yang berbeda darimu.
Telah kukumpulkan berbagai rencana untuk mengisi hariku.
Dengan harapan memuncak untuk dapat melupakanmu.
Memang aku dapat melakukannya. Dengan sangat mudah.
Tapi tak lama entah mengapa
Pikiranku selalu melayang kembali ke tempat kita bertemu.
Mulai terbayang kembali wajahmu yang khas itu.
Dengan senyum dan tatapan childish yang selama ini tak mau lepas dari benakku.
Kembali ku tersadar. “I ain’t missing you !”
I ain’t missing you !
I ain’t missing you at all !
I keep lying to myself………
cerdas, posting ini ada lagunya…khas 80-an banget
he-eh, pas kebetulan ada lagu yg cocok
semirip postingan gue yg terbaru “K -the big one”
kesimpulan gue, laki-laki emang sok cooooolll.. sok ga peduli.. padahal, he do really want me so badly
hehe… ngga bisa ngomong apa2x gue
semangat!!!
semangat ala angkatan 98
inikah namanya cinta?
jadi inget deni didan …
bungkus aja boss..
ngawur, emangnya gorengan….
gis,
kapan itu gue maghrib an di mesjid sono -elu sedang nyamar jadi kubah mesjid nya yah?! huehehehe :p
koq kubah mesjid. Ya mesjidnya itu….hehe
jatuh cinta ….. semilyar rasaya
duh…lagunya pas tenan …… missing you….. since you’ve been gone….
hehe…. semilyar british poundsterling
kalo kangen rasanya gimana yah?
ga bisa digambarkan
Kayaknya cwe yang lo kangenin udah pulang tu ke kampungnya……
skrg sih belum, tp ga lama lagi….hiks
ini ngomongin rumah elu yang belum jadi dan udah LUNAS itu?
waduh, koq rumah sih. Kyknya lagi error kekurangan OT nih ya
hahahaahahhahahaha…..
i met her yesterday.. in a place you suggest me to take her to..
and she was with “my fav colleague”..
you know, to win her heart.. give her so…. many chocolate..
hehehehehehe..
ockaaayyy??? :):)
I think I just stay away from her. She’ll be gone for good