Moment of Truth
Kebenaran. Seberapa pentingkah itu? Apakah “kebenaran” harus selalu diungkapkan? Bagaimana jika “kebenaran” mengandung konsekuensi. Apalagi yang berdampak negatif. Truth hurts kata orang. Siapapun tidak ingin disakiti. Siapapun juga tidak mau dibohongi.
Biasanya menjadi sebuah saat yang mendebarkan saat sang pasangan entah itu pacar ataupun suami/istri mulai bicara dengan mimik serius “Aku ingin berkata jujur tentang sebuah kebenaran padamu”. Terlebih apabila ia meminta maaf terlebih dahulu. Detik serasa seperti menit saat ia menghabiskan cerita tentang “kebenaran” itu. Dan biasanya “kebenaran” yang tersampaikan ”benar-benar” menjadi sebuah hal yang menyakitkan.
Kadangkala “kebenaran” mungkin harus ditutupi. Apalagi jika menyangkut kelangsungan hidup orang atau pihak lain. Biasanya hal ini digunakan oleh kalangan pragmatis. Cara boleh sedikit-sedikit salah asal tujuan akhirnya baik. Barangkali ini yang selalu dilakukan oleh orde baru apabila ada pihak yang berusaha menggugat sejarah yang “benar” tentang keabsahan prosesi keluarnya Supersemar dari Sukarno ke Suharto. Belum lagi sejumlah pembantaian yang orde baru lakukan di berbagai belahan tanah air. Tentu saja mereka takut akan reaksi masyarakat apabila “kebenaran” terungkap. Semua demi tujuan yang mereka anggap baik.
Yang paling enak tentunya apabila kita bisa memutar balik waktu. Seperti yang dilakukan oleh Clark Kent dalam serial TV Smallville belum lama ini. Karena tidak tahan lagi menutup-nutupi “kebenaran”, akhirnya ia mengungkapkan jati diri yang sebenarnya kepada Lana Lang, pujaan hatinya. Tanpa dinyana, hal itu berbuah kematian bagi Lana. Untunglah Jor-El sebagai ayah biologis dari Clark Kent bisa memutar balik waktu hingga “kebenaran” batal terungkap dan Lana bisa tetap hidup. Clark Kent pun bersyukur. Hanya saja ia terkejut bukan kepalang karena nyawa Lana ternyata harus ditukar dengan nyawa ayah angkatnya, Jonathan Kent. Buntutnya jadi sama-sama tidak enak :)
Orang seringkali lebih suka menukar kebenaran dengan kepalsuan. Terlebih di jaman sekarang dimana segala sesuatunya selalu mengandalkan kosmetik. Banyak wanita yang lebih suka “memalsukan” dirinya dengan operasi pembesaran payudara, ataupun pengencangan wajah. Payudara kecil ataupun wajah yang keriput adalah sebuah kebenaran. Kebenaran yang dirasa sangat menyakitkan hingga kepalsuan yang membahagiakan yang akhirnya dipilih.
Ingat film The Matrix? Apakah anda mau hidup di dunia yang hancur berantakan, gelap gulita, kotor, selalu dilanda ancaman serangan musuh, dan harus makan makanan ransum yang menyerupai lendir setiap hari, meskipun itu adalah suatu “kebenaran”? Atau anda memilih yang dilakukan karakter Cypher yang akhirnya menyerah dengan “kebenaran” dan meminta untuk kembali ditidurkan dan memasuki dunia Matrix yang penuh kemewahan sebagai bintang film?
Rasanya lebih dari separuh penduduk dunia akan memilih opsi yang kedua. Apalagi dengan tidak adanya jaminan bahwa saat memilih opsi yang pertama anda akan menjadi seorang Neo yang setampan Keanu Reeves, punya kekasih secantik Carrie-Anne Moss, dan punya kekuatan luar biasa.
Berbicara perkara “kebenaran”, rasanya sudah jengah kita menunggu apa yang sesungguhnya terjadi di balik kasus pembunuhan Munir. Kasus yang dari dulu sepertinya memang sengaja ditutup-tutupi oleh pihak yang punya akses dan pengaruh sangat besar terhadap elite kekuasaan. Saking geregetannya sampai-sampai ada wartawan dalam siaran televisi yang bertanya kepada Polycarpus yang selalu mengelak dituduh sebagai pembunuh Munir, “Kenapa tidak bapak bilang saja sih siapa pembunuhnya..” Apabila akhirnya terkuak dan ternyata ada nama mengejutkan yang terlibat di dalamnya kira-kira siap atau tidak masyarakat menyikapinya.
Berbagai hal tentang “kebenaran” yang terungkap bisa jadi mendatangkan efek negatif, dalam berbagai persoalan dan dengan siapapun obyek pelakunya. Terutama pada bagaimana cara kita menyikapinya. .
Jadi ingat sebuah kalimat populer yang dikumandangkan oleh seorang jendral sangar yang diperankan oleh Jack Nicholson di pengadilan dalam film A Few Good Men .
“You can’t handle the truth !”
———————————–
Download mp3 Moment of Truth by Whitney Houston here












kebenaran ? kebenaran seperti apa?
bahkan perdebatan mengenai kebenaran jujga belum usai, dikhotomi antara kebenaran objektif, subjektif, atau personal menyebabkan adanya divergensi pada kebenaran itu sendiri.
Benar dalam banyak kasus, kebenaran itu terlalu sulit diterima sehingga memilih kepalsuan. Pilihan bodoh bagi sebagian tapi adalah pilihan terbaik bagi sebagian yang lain.
Karena hidup adalah pilihan.
Tapi menurutku bukan pilihan yang menjadi esensnya, melainkan sikap kita terhadap pilihan tersebut, yang menjadikan kita winner or loser.
tidak selalu hitam putih
memilih antara kebenaran yang membunuh atau kebohongan yang menghidupkan, bisa jadi adalah grey area yang cukup lebar dalam kehidupan manusia yang kompleks ini
anw.. nice post mas
betul, seringkali yg jauh lebih penting akhirnya adalah bagaimana kita menyikapi sebuah “kebenaran”. Utk membuatnya menjadi hanya hitam dan putih barangkali harus bener2x kaku, mgkin dengan menggunakan dogma2x pasti dr norma agama sbg salah satu caranya. Thx pren, nice comment
posting yang sangat-sangat bagus dihari ulang tawun.. hehehe ‘happybelatedbirthday,gis’.. gue ditraptir dmn nih?
anyway, yg 19 hr itu.. salahhhhhh bgt loh..
hehe thx ya. Ultah di tengah hujan deras dan gemuruh petir nih
Waduh lagi jaman susah nih
wah… ada yang suka nonton Smallville niy… cakepan mana? antara chloe..lana..ama lois? hayoooo…hayoooo
hehe uda pernah gue bahas ni pren. Tetep Erica Durance alias Lois Lane donk
bener, kadang kebenaran perlu ditutupi untuk sebuah kebaikan, tapi bukan teori konspirasi loh
hehe konspirasi utk menutupi kebenaran ya. Kenapa ya koq kesannya kalo menutupi kebenaran rame2x jadi berkesan konspirasi
Yang jelas corat coret seperti gambar di atas bukan suatu kebenaran
hehe kalo kopas gbr di atas kebenaran bukan yah
Kalo gak salah.. FBI baru boleh membeberkan file-filenya ke publik setelah 75 tahun. Aku ingin tau siapa sebenarnya yang membunuh JFK.
ternyata yg membunuhnya adl David Duchovny… lho koq…
jack nicholson !!! aaarrggghhh akhirnya. dr kemaren aku mikir and ngingat2x nama aktor yg nyebut2x kopi luwak di pilem. gak ingat. heheheheh
berarti memang harus disaring ya
kopi luwak yg diambil dr kotoran luwak itu yah
Apanya nih yg hrs disaring. Kopi luwaknya atau kebenarannya
Sejak kapan kebenaran lebih menyakitkan dari kebohongam ^o^
kayaknya dunia ini aman dan tenteram kalo seluruh penduduknya berpikir kayak kamu
Besar kecil nya payudara mah bukan kebenaran atuh men, tapi KEINDAHAN. Ah elu mah, salah melulu kalo ngomongin yg gituan…Heuheu
hehehehe bisa aja lu. Koq yg ngirim gbr masayu bukan elu yak td malem hehe
tak ada kebenaran yang absolut, kebenaran adalah relatif . Karena kebenaran masih dipengaruhi carapandang dari orang per orang .
:mesem:
wah kyknya kebenaran yg lo maksud adalah yg berhubungan dengan nilai yah. Setuju kalo itu pakde. Tp kalo kebenaran yg dimksud oleh tulisan ini adalah kenyataan alias realitas.
duuh.. sulit juga neh. hmm btw tergantung sikon sih.. tapi ada baeknya kalo kebenaran itu dikatakan saja..
bagaimanapun jg ada yg mengganjal ya ngeliat org berbahagia di atas kebohongan….
“Orang seringkali lebih suka menukar kebenaran dengan kepalsuan.”
seperti tokoh botak pd the matrix 1 yg berkata pd morpeus “seharusnya sy mengambil pil yg lain” agar dia tak terbangun dari matrik dan melihat dunia nyata
betul betul, isi pikiran kita sama2x melayang ke film itu ya
Si botak itu namanya Cypher, yg maen si Joe Pantoliano
erh….
makanya mungkin ada yang namanya pelegalan “white lies”?
tapi ada yang bilang juga “katakanlah yang benar walaupun pahit rasanya”…
again and again
its the matter of choice, rite?
eh iyah btw
ngapain juga membayangkan sama mantan? yang baru harus lebih bermutu! sekalipun tidak, anggap saja begitu huhuhu
betul itu pilihan. Skrg mgkin pertanyaannya apakah yg menjadi pertimbangan dlm menentukan pilihan itu. Nasib org banyak, atau kepentingan kita sendiri. Pasti kebanyakan milih yg terakhir
Hehehe kalo gitu balik aja ama yg lama
Wah…kali tulisan mas sigit ini
Kebenaran yang sambung menyambung
Mulai dari masalah rumah tangga….kebenaran supersemar….kasus munir…operasi plastik…sampai fim matrix dan Smallville…:D
Btw…kebenaran itu biarpun pahit harus diungkapkan, ya, tho…?
Kalo Putri gak salah ada 3 kebohongan yang diperbolehkan, yaitu…:Bohongnya suami pada isteri (misalnya: masakanmu enak, lloh, dik…padahal masakan isterinya asin…he..he..). Dalam peperangan……..yang terakhir..? nah yang itu putri lupa
hehehe iya apa yg ada di pikiran wkt itu langsung ditulis aja. Eh kalo uda skali ngebo’ong ama isteri apa ngga bakal keenakan bo’ong ya… hehehe
kebenaran hanya pada secangkir kopi …. bisa manis bisa pahit
*komen opo to ki*
berarti kebenaran jg bisa dikasi cream dan susu ya. Wah nyebut susu jadi balik ke operasi pembesaran payudara lagi donk…. hehe
just take a look eh… kok ada matrix.
kayaknya film ini yg paling sering gw tonton ndak bosen2, sampe2 koleksi semua dvd-nya he he…
Buat gw orang mau memilih kebenaran ataukah tidak, atau bagaimana menyikapinya, ujung2nya adalah prioritas. Ada orang yg punya prioritas kebenaran, kenyamanan, kepuasan, ketenangan, ketenaran, ke….an, ke….. yg berbeda-beda.
So regardless “You can or can’t handle the truth !” ndak begitu berarti buat yg punya prioritas kebenaran jauh dibawah ke…an lain2nya. Tak kan bisa memaksa setiap orang utk menempatkan kebenaran di prioritas tertinggi, begitu juga sebaliknya. Jd mnr gw “You can’t force them to your truth”
hehe setuju men, The Matrix memang salah satu yg terbaik. Jadi kesimpulannya kebenaran diungkapkan atau tidak tidak usah bergantung pada tataran ukur org laen ya? selama moralitas kita mampu menerimanya ya gelontorkan saja.
“Anda memenangkan undian berhadiah 1 Milyar” — ahhh…kebenaran yang indah
“Gaji anda dipotong 50% karena telat melulu” — ahh..kebenaran yang menyakitkan
ketimbang dipotong 50% mendingan di PHK skalian (ngitung2x duit pesangon)
Wah canggih lu ye… yup bener sih, keywordnya: moralitas. he he….
eh bukannya gw ndak mau ngalah, cuman mau njelasin maksud gw aj (sori). Sbg muslim khan dakwah buat siapa pun adalah wajib hukumnya, terlepas apakah kita merasa mampu ato tak mampu melaksanakannya — bukannya merasa mampu ato tak mampu menerima ukuran org laen. Hanya saja penafsiran gw dakwah itu sama sekali ndak ada unsur pemaksaan ato penyuruhan ato bahkan pengajakan sekalipun. Ini bukan masalah suka ato ndak suka ama cara2 ini, tp sunah nabi as far as i know.
peace dah
wah setuju banget men. Ternyata pengetahuan lo soal agama cukup dalem juga nih. Btw, ndak mau ngalah jg gpp koq pakde
Kebenaran ada di luar sana (the truth is out there, maksudnya — hehe..tiru2 the X-files)
hehe iya, jd inget si gillian anderson. Btw, kenapa ya kebenaran slalu dianggap harus dicari (pemakaian kata “di luar sana”, dan bukan “di dalam sini”)
Bo’ong ama isteri yang bagaimana dulu, mas….Kalo bohong soal pulang telat mah itu udah sampai pada level ‘G’ (alias Gawat) …Bohong yang dimaksud itu..bohong yang membuat hubungan keduanya harmonis…(yah, kira2 seperti itulah). Maklum, deh..khan belum pengalaman…Hm..kira2 isterinya mas sigit udah berapa kali dibohongin, ya ? Mudah2an saja belum pernah…:)
waduh, gue msh single nih…. hehehehe