Movie Review: The Condemned

Lagi-lagi ini film lama yang telat diputar di Batam. Film tahun 2007 ini baru belakangan diputar di XXI Batam. Apabila ada yang ingin menyaksikan film ini melalui DVD rental mungkin review ini bisa dijadikan pertimbangan.

Apa yang anda harapkan dari film yang diproduksi oleh WWE (World Wrestling Entertainment)? Film yang dipenuhi oleh adegan perkelahian dan kekerasan tentunya. Memang itulah sajian utama dari The Condemned. Pemeran utamanya pun Steve Austin, salah satu bintang acara TV WWE yang kondang di amerika.

Ide ceritanya sederhana. Seorang produser TV ambisius ingin menciptakan reality show tentang kekerasan melalui media internet dengan mengundang sepuluh orang terpidana mati untuk saling berduel memperebutkan satu tiket kebebasan. Maka diundanglah sepuluh penghuni penjara terpidana mati dari seluruh dunia untuk ditempatkan di sebuah pulau terpencil dan dalam waktu 30 jam harus membunuh sembilan orang yang lain.

Sampai sini cerita berubah menjiplak kisah yang disajikan dalam film Jepang menghebohkan, Battle Royale (2000). Di pulau yang terletak di antara Papua New Guinea dan Indonesia itu kesepuluh pesakitan dipasang bom di kakinya. Apabila dalam waktu 30 jam mereka hanya berdiam diri maka bom akan meledak. Kuncinya hanya satu, harus membunuh semua yang ada untuk dapat hidup dan memperoleh kebebasan.

Dengan cerita seperti itu wajar apabila penonton tidak berharap lebih akan film ini. Yang penting adegan perkelahian. Ekspektasi dijaga serendah mungkin. Hal tersebut yang akhirnya agak membuat surprise. Karena The Condemned dengan “licik” justru memuat pesan anti kekerasan yang kental mendekati bagian endingnya. Sosok produser TV Breckel awalnya dijadikan “bulan-bulanan” sebagai tokoh antagonis dalam kefragmatisannya menghadapi dunia. Sampai akhirnya digambarkan bahwa acara The Condemned berhasil mencapai internet subscribers sebanyak 40 juta pemirsa yang sontak membuat penonton tersadar bahwa musuh sebenarnya adalah kita sendiri.

The Condemned juga membawa sebuah wacana moral yang menarik tentang arti sebuah terpidana mati. Apa salahnya menjadikan para terpidana mati sebagai bintang utama sajian entertainment dimana mereka harus saling membunuh. Toh mereka juga bakal duduk di kursi listrik nantinya. Justru dalam kemasan reality show ini bakal ada satu nyawa yang dapat terselamatkan. Apakah lebih baik mereka menunggu waktu saja sampai ajal, atau diberikan kesempatan berjuang untuk memperoleh kembali hidupnya.

Selain dua hal di atas, tentu saja The Condemned dipenuhi berbagai keklisean khas Hollywood. Tokoh Jack Conrad yang diperankan Steve Austin diceritakan “accidentally” terlibat dalam acara ini. Guess what, dia ternyata adalah mantan pasukan Delta amerika yang ditahan di penjara Guatemala karena tertangkap saat mengemban misi rahasia. Karakter hero yang standar bukan. Musuh besarnya di acara itu, McStarley yang diperankan oleh Vinnie Jones, digambarkan adalah mantan anggota pasukan elite Inggris, SAS. Hollywood banget.

Pada akhirnya memang harus diakui, The Condemned adalah sajian yang cocok untuk moviegoers yang memiliki waktu luang lebih dan kebetulan tidak ada lagi film lain yang layak untuk ditonton. Meskipun setelah menyaksikannya mungkin kita akan sedikit berpikir bahwa film ini masih memiliki sedikit hal yang bisa direnungkan di tengah semua perkelahian nonsense yang bertaburan dari awal sampai akhir.

Vinnie Jones

Vinnie Jones yang memerankan karakter McStarley, musuh dari Jack Conrad, pada era 80-an lebih dikenal sebagai pemain bola klub Wimbledon. Ia adalah salah satu pemain dari tim yang dijuluki “Crazy Gang” yang secara mengejutkan merebut piala FA pada tahun 1988 mengalahkan raksasa Eropa, Liverpool. Ia dijuluki “hard man“, 12 kali mendapatkan kartu merah, dan mencetak rekor tercepat mendapatkan kartu kuning setelah baru 5 detik menginjak lapangan. Pernah dalam sebuah kesempatan ia meremas testikel Paul Gascoigne, salah satu pemain kondang Inggris, dalam pertandingan Wimbledon melawan Newcastle United.

Karirnya dalam film dimulai saat ia membintangi film super keren arahan sineas Inggris, Guy Ritchie, berjudul Lock, Stock, and Two Smocking Barrels (1998). Penampilannya sangat mengesankan. Ia juga sempat berperan dalam another top notch Guy Ritchie’s flick, Snatch (2000), dimana ia beradu akting dengan Brad Pitt. Dengan perawakan yang tinggi besar, wajah keras, dan selera humor unik, ia memang cocok berperan sebagai penjahat. Semenjak itu karirnya dalam film terus meningkat. Ia bahkan sempat berperan sebagai Juggernaut, salah satu mutant jahat dalam X-Men: The Last Stand (2006).

Saat ini kabarnya Vinnie Jones tengah hidup bahagia dengan sang isteri tercinta di LA. Pilihannya untuk menapak ke dunia film memang sebuah hal yang tepat. Sampai tahun 2009 paling tidak sudah ada dua project film yang melibatkan namanya siap untuk diedarkan.   

———————————————————

Judul : The Condemned

Sutradara : Scott Wiper

Cast : Steve Austin, Vinnie Jones, Robert Mammone, Manu Bennet, Tory Mussett, Madeleine West.

Genre : action

My Rating 1.5 out of 5 

———————————————————-

Poster and Pics taken from here

Incoming search terms for the article:


11 Comments Add Yours ↓

  1. 1

    lucu liat vinnie jones di euro trip

    jadi fans MU!

    oh ya? wah kudu nongton nih. Gue belon nongton soalnyah kalo euro trip :)

  2. 2

    Vinnie Jones emang cocok memerankan tokoh2 keras dan rada gila..

    iyah, cocok banget. Disamping serem dia jg lucu :)

  3. 3

    Gw dah nonton DVD nya…dan ga menikmati sama sekali…review loe telattttttttt…dah keburu nonton…. untung ga nonton di bioskop jadi nyeselnya ga double

    iya nih In, gue kmrn nonton jg krn ga ada lagi yg bagus. Tadinya pengen nongton stardust tp terus berubah pikiran. Ternyata emang jelek :mrgreen:

  4. ryane #
    4

    sekali-kali review pelem romantis dong, gis.. pengen tawu kalo tigis ngomongin yang romatis2 kayak apa huehehehehe :P

    wah gue demen banget ama yg romantis2x:) Sayangnya kyknya jarang ya pilem romantis bagus yg msk batam belakangan ini. Ga tau kan dulu pas jaman kuliah gue bikin review beberapa lembar memuja Titanic dan gue tempel di ruang himpunan mhsiswa … kqkqkqkq :mrgreen:
    Btw, koq URL nya ga ditulis yah, lagi maintenance mode lagi kah ?

  5. 5

    No comment for this movie, mas

    Gak tahu…Gak pernah lihat thrillernya….

    berarti kamu berada di jalan yg bener Put. Soalnya ni pilem rada jelek :mrgreen:

  6. 6

    untung ga nonton :smile:

    huehehe beuneur :mrgreen:

  7. 7

    hehehe tadi nge-post dari kompi tetangga, jd link nya ga ikutan deh.. :)

    wah bisa nge-blog dimanapun kapanpun dan di kompi siapapun nih. Kyk coca cola :mrgreen:

  8. 8

    kayaknya seru nih.. gw mo nyari dvdx ajah ahhh

    dvdX ??? waduh jgn boss mau bulan puasa nih…. :mrgreen:

  9. 9

    aku udah nonton film ini beberapa bulan yang lalu, dan emang bener cuma nonton berantem2 aja… trus si vinnie emang cocok banget ya jadi penjahat :D

    hehe iya nih mas Jimmy, harap maklum lah kalo pilemnya ga bisa laris :) setuju mas Jimmy, si vinnie disamping kocak juga sangar

  10. oni #
    10

    hollywood sucks, kalau gak remake, sequel, kayak gak ada ide lain aje

    hehe slama produser msh berkuasa ya emang kyk begitu bro :mrgreen:

  11. 11

    Nanti malem final lihat semua yaaaa………………………………….



Your Comment